Metode penyimpanan gudang yang efektif merupakan hal terpenting untuk memaksimalkan pemanfaatan ruang dan meningkatkan efisiensi operasional di lapangan.
Memilih sistem penyimpanan yang tepat tidak hanya memastikan pengorganisasian yang optimal tetapi juga mengurangi biaya, meningkatkan alur kerja, dan mendukung manajemen inventaris yang lebih baik.
Kali ini saya menulis mengenai 6 metode penyimpanan gudang paling populer yang banyak di gunakan dalam bisnis besar untuk memaksimalkan ruang yang tersedia sambil tetap konsisten menjaga fleksibilitas dan aksesibilitas demi kemudahan kerja.
Tetapi sebelum kita memilih sistem penyimpanan yang tepat, tentu seorang warehouse manager harus melakukan survey dan memilih type penyimpanan yang seperti apa yang paling cocok di terapkan pada gudang mereka.
Saya sudah menuliskan artikelnya, silahkan cek disini Guide to Identifying the Best Storage Method for Your Warehouse.
Ok, sekarang saya akan melanjutkan tentang bagaimana Memilih sistem penyimpanan yang tepat, yang tidak hanya memaksimalkan pemanfaatan ruang tetapi juga meningkatkan aksesibilitas, mengurangi biaya operasional, dan meningkatkan produktivitas secara keseluruhan.
Dalam artikel ini saya akan menuliskan Top 6 Warehouse Storage Methods yang banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan pergudangan modern.
1. Selective Racking

Selective Racking adalah sistem penyimpanan palet yang paling banyak digunakan secara umum. Sistem penyimpanan ini terdiri dari balok tegak vertikal dan horizontal yang membuat slot untuk palet, memungkinkan akses langsung ke setiap palet. Sistem ini ideal untuk gudang dengan variasi produk yang tinggi dan tingkat perputaran inventaris yang lebih rendah. Cocok untuk menyimpan barang dengan berbagai ukuran dan berat.
Alasan Populer: Sistem ini memberikan fleksibilitas yang tinggi karena memungkinkan akses langsung ke setiap palet. Sangat cocok untuk gudang dengan berbagai SKU (Stock Keeping Unit).
Penggunaan: Banyak digunakan di gudang distribusi, retail, dan manufaktur.
2. Block Stacking

Block Stacking melibatkan penumpukan palet langsung di atas satu sama lain dalam kolom vertikal. Metode ini tidak memerlukan infrastruktur yang rumit, sehingga hemat biaya. Namun, cara ini paling cocok untuk benda seragam, beragam produk pakaian dan produk yang mampu menahan tekanan penumpukan karena memiliki area tumpu yang cukup lebar.
Metode Block Stacking Ini mengikuti prinsip “Last in, First Out” (LIFO) dan sering digunakan untuk penyimpanan secara massal.
Alasan Populer: Hemat biaya karena tidak memerlukan investasi besar dalam rak. Cocok untuk barang yang dapat ditumpuk tanpa risiko kerusakan.
Penggunaan: Sering digunakan untuk produk musiman atau barang dalam jumlah besar.
3. Drive-In/Drive-Through Racking

Pada sitem ini memiliki jalur penyimpanan dalam dimana forklift dapat dikendarai ke tempat atau mengambil palet. Rak drive-in memiliki satu titik masuk dan keluar, sedangkan rak drive-through memungkinkan akses dari kedua ujung sisinya. Sistem penyimpanan ini dirancang untuk penyimpanan barang dengan kepadatan yang tinggi. Dan berfungsi baik dengan produk homogen dan metode LIFO (Last in First Out).
Alasan Populer: Efisiensi penyimpanan tinggi untuk barang dengan volume besar dan SKU terbatas.
Penggunaan: Populer di gudang dengan perputaran barang tinggi, seperti makanan beku atau produk FMCG (Fast-Moving Consumer Goods).
Note Produk Homogen
Produk Homogen jenis produk yang memiliki karakteristik, kualitas, dan fungsi yang seragam atau hampir sama, sehingga tidak ada perbedaan signifikan antara satu produk dengan produk lainnya dari merek atau produsen yang berbeda. Produk ini biasanya diproduksi secara massal dan dianggap identik oleh konsumen, sehingga mereka cenderung memilih berdasarkan harga atau ketersediaan, bukan berdasarkan fitur unik.
Contoh Produk Homogen: Energi (Listrik atau gas alam), Komoditas (seperti beras, gula, gandum, minyak mentah, atau emas), Bahan baku (Baja, kayu, plastik, atau semen)
4. Pallet Flow Racking

Pallet Flow Racking menggunakan sistem roller miring yang memungkinkan palet meluncur ke depan saat palet depan dilepas. Sistem ini beroperasi berdasarkan prinsip “First in, First Out” (FIFO), sehingga ideal untuk barang yang mudah rusak atau barang yang sensitif terhadap waktu. Sistem ini memaksimalkan kepadatan penyimpanan dan meningkatkan efisiensi pengambilan.
Alasan Populer: Memungkinkan manajemen FIFO (First In, First Out) yang sangat penting untuk produk yang memiliki tanggal kedaluwarsa.
Penggunaan: Digunakan di industri makanan dan farmasi.
5. Bin Shelving

Bin Shelving dalah solusi penyimpanan skala kecil untuk barang-barang yang tidak menggunakan palet. Terdiri dari rak-rak yang dibagi menjadi beberapa wadah atau kompartemen untuk mengatur barang-barang yang lebih kecil. Metode ini biasanya digunakan untuk menyimpan perkakas, suku cadang, tools atau inventaris kecil dan ringan dengan cara yang terorganisir dengan baik dan mudah diakses.
Alasan Populer: Ideal untuk barang-barang kecil yang membutuhkan pengorganisasian detail.
Penggunaan: Sering ditemukan di pusat distribusi e-commerce dan gudang suku cadang.
6. Double-Deep Racking

Double-Deep Racking melibatkan penempatan dua baris rak secara berurutan, sehingga memerlukan forklift dengan jangkauan lebih luas untuk mengakses palet belakang. Sistem ini menggandakan kepadatan penyimpanan dibandingkan dengan Selective Racking. Namun mengurangi akses langsung ke semua palet. Cocok untuk gudang yang menangani barang serupa dalam jumlah besar.
Alasan Populer: Memaksimalkan kapasitas penyimpanan sambil tetap memberikan akses yang cukup ke barang.
Penggunaan: Digunakan di gudang dengan SKU sedang hingga tinggi yang memiliki permintaan barang konsisten secara berkala.
Tipe yang Paling Umum Digunakan
- Selective Racking adalah yang paling umum digunakan karena fleksibilitasnya yang tinggi dan kemampuannya untuk menangani berbagai jenis produk.
- Untuk penyimpanan barang besar atau volume tinggi, Block Stacking dan Drive-In Racking juga sangat populer.
Tentu saja pemilihan tipe penyimpanan tergantung pada kebutuhan operasional, jenis barang, rotasi inventaris, dan anggaran perusahaan.
That’s all from me. I hope you find this valuable and insightful!
“Simplifying Supply Chains, Empowering Teams, Driving Success – Eddy Suryadi”
*Feel free to share this article with your network to help them gain valuable insights as well. For more tips and updates on supply chain management, don’t forget to connect with me on LinkedIn. Please note that all articles on this blog are available for use—personal or commercial—but must include proper credit to the author.
Originally posted 2024-06-29 07:08:00.